Musim Berbiak Rajawali

Elang Brontok/ Changeable Hawk-eagle

Nisaetus cirrhatus

Elang Brontok disebut juga sebagai penjelmaan Rajawali. Burung ini memiliki rentang sayap yang lebar dengan perawakan yang tegap dan gagah. Sedangkan nama brontok identik karena warna bulunya yang bervariasi dan berubah-ubah.

Bulu elang brontok ini dibedakan menjadi tiga fase yaitu fase gelap, fase terang, dan fase peralihan. Burung jantan dan betina memiliki warna yang hampir serupa, hanya burung betina biasanya memiliki ukuran tubuh yang lebih besar.

Saat fase gelap seluruh tubuh cokelat gelap dengan garis hitam pada ujung ekor, terlihat kontras dengan bagian ekor lain yang cokelat dan lebih terang. Burung muda juga berwarna gelap. Lalu pada fase terang ditandai dengan tubuh bagian atas cokelat abu-abu gelap, tubuh bagian bawah putih bercoret-coret cokelat kehitaman memanjang. Setrip mata dan kumis kehitaman.

Pada saat peralihan terlihat seperti fase terang namun dengan lebih banyak coret kehitaman pada tubuh. Garis-garis hitam pada ekor dan sayap nggak teratur, serta garis-garis coklat kemerahan melintang pada perut bagian bawah, paha dan ekor bagian bawah.

Biasanya Elang brontok ini hidup sendiri. Dia akan berpasangan hanya pada musim berbiak saja yang berlangsung antara bulan April sampai sekitar Agustus atau Oktober. Dalam sekali musim berbiak yang terjadi dua tahun sekali, elang brontok hanya bertelur satu hingga dua butir. Telurnya berwarna putih dengan bintik kemerah-merahan. Telur itu akan dierami oleh induk betina selama 40 hari. Setelah itu anakan elang brontok akan mulai belajar terbang dan meninggalkan sarang umur 68 hari.

Keberadaan elang brontok di alam kini semakin rentan. Selain habitatnya yang semakin menyempit, ancaman perburuan dan perdagangan menjadi permasalahan yang turut mendorong elang brontok pada kepunahan.

Status Konservasi

Hak cipta foto

Karya fotografer lainnya

Kategori foto

Burung

Mamalia

Flora

Herpet

Serangga